أَحْمَد Seorang muslim yang berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Saya Gemar membaca, menulis dan juga senang untuk berbagi pengetahuan.

Manfaat Puasa Di Tengah Pandemi Covid-19 Saat Ini

Manfaat Puasa saat Pandemi Covid-19

Pada artikel kali ini saya akan membahas mengenai manfaat puasa khususnya di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Tapi sebelum itu, perlu saya ingatkan kembali bahwa puasa merupakan salah satu ibadah yang mulia di dalam islam. Ibadah ini dilakukan dengan cara menahan diri dari segala sesuatu yang bisa membatalkan puasa, berupa makan, minum, berhubungan suami istri, dan pembatal-pembatal lainnya.

Waktu menahan diri dari seluruh pembatal-pembatal puasa dimulai sejak terbitnya fajar shodiq yang merupakan pertanda masuknya waktu subuh dan berakhir ketika matahari terbenam. Hal ini sebagaimana yang ditegaskan dalam firman Allah Azza Wajalla :

وَكُلُواْ وَاشْرَبُواْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّواْ الصِّيَامَ إِلَى الَّليْلِ

“….dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam…”

(Surah Al-Baqorah : 187)

Di dalam ayat tersebut Allah Azza Wajalla memperbolehkan untuk makan dan minum hingga jelas terbitnya fajar. Makna benang putih adalah siang dan makna benang hitam adalah malam.

Al-Imam Al-Hafizh Ibnu Hajar Rahimahullah berkata :

قال الحافظ: ومعنى الآية حتى يظهر بياض النهار من سواد الليل , وهذا البيان يحصل بطلوع الفجر الصادق

“Makna ayat yaitu hingga nampaknya terangnya siang dari gelapnya malam. Kejelasan ini terjadi dengan munculnya waktu fajar shodiq.”

(Sumber https://bit.ly/waktufajar).

Berdasarkan keterangan dari ayat dan penjelasannya, diketahui dengan jelas kalau waktu menahan di mulai dari terbitnya fajar shodiq hingga terbenamnya matahari.

Berbicara lebih lanjut tentang puasa, di dalam islam terdapat dua jenis puasa, yaitu puasa sunnah dan puasa wajib. Salah satu contoh puasa wajib adalah berpuasa di bulan ramadhan. Sedangkan puasa sunnah sangat banyak contohnya, di antaranya adalah puasa senin kamis, puasa daud, puasa arofah, dan yang lainnya.

Keutamaan Puasa Ramadhan

Berbicara tentang keutamaan puasa ramadhan, tentu saja sangat banyak. Berikut ini beberapa keutamaan yang dimilikinya :

1. Salah Satu Rukun Islam

Keutamaan terbesar dari puasa ramadhan tidak lain karena ibadah ini merupakan salah satu dari rukun islam. Artinya, salah satu pondasi dan landasan utama di dalam islam adalah berpuasa di bulan ramadhan. Hal ini ditegaskan dalam sebuah hadits :

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم «بُنِيَ الإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَإِقَامِ الصَّلَاةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَالحَجِّ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ

“Dari Abdullah bin Umar Radhiallahu Anhuma, beliau berkata : Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda : “Islam dibangun di atas lima perkara, yaitu persaksian bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, menegakkan sholat, menunaikan zakat, berhaji, dan berpuasa di bulan ramadhan.”

(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari [8] dan Muslim [16]).

2. Terhapuskan Dosa-Dosa yang Telah Lalu

Keutamaan lain dari berpuasa di bulan ramadhan yaitu orang yang mengerjakannya karena didasari oleh keimanan dan mengharapkan pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan mendapatkan pengampunan dari Allah Azza Wajalla. Hal ini sebagaimana yang telah ditegaskan dalam sebuah hadits :

عن أبي هريرة رضي الله عنه، عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه

“Dari Abu Hurairah Radhiallahu Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda ‘Barangsiapa yang berpuasa di bulan ramadhan karena keimanan dan mengharapkan pahala, maka akan diampuni apa yang telah berlalu dari dosa-dosanya.”

(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari [38] dan Muslim [760]).

Keutamaan Puasa Secara Umum

Selain keutamaan yang disebutkan di atas, terdapat keutamaan umum yang akan didapatkan oleh orang yang berpuasa, baik puasa ramadhan maupun puasa lainnya dari puasa-puasa sunnah. Keutamaan tersebut yaitu puasa menjadi perisai yang akan melindungi dari api neraka. Hal ini sebagaimana yang telah ditegaskan dalam sebuah hadits :

الصِّيام جنة من النَّار كجنة أحدكم من القتال

“Puasa itu adalah perisai dari api neraka sebagaimana perisai salah seorang di antara kalian dalam peperangan.”

(Diriwayatkan oleh Ahmad [4/22], An-Nasa’i [2231], dan haditsnya dishahihkan oleh Al-Albani Rahimahullah dalam At-Targhib [967]).

Bahkan, terdapat sebuah pintu khusus di dalam surga yang dipersiapkan bagi orang-orang yang berpuasa. Artinya, hanya orang-orang  berpuasa yang diperbolehkan untuk melewatinya. Pintu tersebut bernama Ar-Rayyan. Hal ini sebagaimana yang telah ditegaskan dalam sebuah hadits :

إِنَّ فِي الجَنَّة بَابًا يُقَالُ لَهُ: الرَّيَّانُ، يدْخُلُ مِنْهُ الصَّائمونَ يومَ القِيامةِ، لاَ يدخلُ مِنْه أَحدٌ غَيرهُم، يقالُ: أَينَ الصَّائمُونَ؟ فَيقومونَ لاَ يدخلُ مِنهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ، فإِذا دَخَلوا أُغلِقَ فَلَم يدخلْ مِنْهُ أَحَدٌ

“Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pintu yang bernama Ar-Rayyan. Yang akan memasukinya pada hari kiamat hanyalah orang-orang yang berpuasa, tidak akan masuk ke dalamnya selain dari mereka. Diserukan ‘Di manakah orang-orang yang berpuasa?’ Maka masuklah mereka melalui pintu tersebut. Jika orang yang paling terakhir dari mereka telah memasukinya, ditutuplah pintu tersebut. Tidak ada seorangpun yang memasukinya.

(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari [1896] dan muslim [1152]).

Selain keutamaan-keutamaan yang disebutkan di atas, masing-masing dari puasa sunnah memiliki keutamaan tersendiri sebagaimana yang telah datang dari hadits-hadits Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.

Sebagai contoh puasa senin kamis, keutamaannya disebutkan dalam sebagian hadits. Di antaranya adalah sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam :

إنهما يومان تعرض فيهما الأعمال على الله، فأحب أن يعرض عملي وأنا صائم 

“Sesungguhnya hari senin dan kamis adalah hari diperhadapkan amalan-amalan di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dan saya suka jika amalanku diperhadapkan dalam keadaan saya berpuasa.”

(Diriwayatkan oleh Muslim).

Contoh yang lain adalah puasa 6 hari di bulan Syawwal. Puasa sunnah yang satu ini memiliki keutamaan tersendiri, sebagaimana yang disebutkan dalam sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam di bawah ini :

مَنْ صَامَ رَمَضانَ ثُمَّ أَتَبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كانَ كصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barangsiapa yang berpuasa di bulan ramadhan, kemudian mengikutkannya dengan berpuasa 6 hari di bulan Syawwal, maka itu seperti berpuasa setahun penuh.”

(Diriwayatkan oleh Muslim [1164]).

Selain kedua puasa sunnah tersebut, tentu saja masih banyak lagi puasa-puasa sunnah lainnya yang masing-masing memiliki keutamaan yang disebutkan dalam hadits-hadits Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. Tentunya, ini menjadi dorongan bagi kita semua untuk memperbanyak puasa sunnah, di samping melaksanakan puasa yang diwajibkan.

Penjelasan Manfaat Puasa Di Tengah Pandemi Covid-19

Selain berbagai keutamaan dari puasa yang disebutkan di atas, baik puasa ramadhan maupun puasa-puasa lainnya, puasa juga memiliki manfaat lainnya ditinjau dari segi kesehatan, social, dan semisalnya. Terkait dengan kondisi pandemi Covid-19 yang melanda saat ini, puasa memiliki manfaat yang sangat besar. Manfaat-manfaat tersebut adalah sebagai berikut :

1. Meningkatkan Kesehatan

Secara medis, puasa terbukti memberikan manfaat yang besar bagi kesehatan tubuh. Pasalnya, ketika seseorang mengerjakan puasa, maka terjadilah pembatasan makanan yang menyebabkan menghancurkan lemak dan kotoran-kotoran yang ada. Selain itu, puasa juga merupakan obat bagi hati dan tubuh.

Hal ini telah ditegaskan oleh Al-Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah Rahimahullah, yang mana beliau merupakan salah satu ulama besar islam sekaligus pakar kesehatan di masanya. Beliau Rahimahullah mengatakan :  

الصوم جنة من أدواء الروح والقلب والبدن ؛ مَنافِعُه تفوت الإحصاء، وله تأثير عجيب: في حفظ الصحة، وإذابة الفضلات، وحبس النفس عن تناول مؤذياتها

”Puasa merupakan perisai, termasuk obat bagi ruh, hati, serta jasad. Manfaat-manfaat puasa tidak terhingga. Puasa memiliki pengaruh yang hebat dalam menjaga kesehatan, menghancurkan kotoran-kotoran (di dalam tubuh), serta menahan diri dari memakan hal-hal yang justru bisa menyakiti tubuh.”

(At-Thibbun Nabawi hal.258).

Maka dari itu, berpuasa di masa pandemi Covid-19 saat ini memiliki manfaat yang sangat besar. Pasalnya, tubuh menjadi lebih sehat dan tingkat kekebalan tubuh mengalami peningkatan. Dengan begitu, tubuh menjadi lebih kuat dan tahan dari serangan Virus Covid-19, in syaa Allah.

2. Memberikan Ketenangan Bagi Jiwa

Melaksanakan ibadah semisal berpuasa maupun ibadah lainnya akan menyebabkan jiwa menjadi tenang. Saat jiwa tenang, tentu tubuh akan sehat. Sebaliknya, saat jiwa resah dan gelisah, maka hal tersebut akan memberikan efek negatif pada kesehatan tubuh.

Ketika seseorang melaksanakan puasa, baik puasa wajib maupun puasa sunnah, tentu tubuhnya akan lebih sehat dan kuat. Dengan begitu, tubuh akan mampu dalam menghadapi serangan Virus Covid-19.

3. Puasa Meningkatkan Kepekaan Social

Ketika seseorang melaksanakan puasa, dia akan merasakan betapa beratnya menahan lapar dan dahaga ketika itu. Berangkat dari hal ini, hatinya akan mudah tergerak dan peka merasakan pedihnya derita yang dirasakan oleh orang-orang yang fakir dan miskin.

Saat dalam kondisi menahan lapar dan dahaga, tentu dia bisa membayangkan betapa beratnya penderitaan orang-orang fakir dan miskin yang tidak memiliki secuil makananpun untuk mengganjal perut mereka dan keluarga mereka. Padahal, rasa lapar dan dahaga itu mereka tanggung sepanjang kehidupan mereka.

Saat berpikiran seperti itu, tentu kepekaan socialnya akan meningkat . Sehingga, ke depannya dia akan lebih peduli dan bersemangat untuk membagikan sebagian rezeki yang Allah berikan kepadanya untuk orang-orang fakir dan miskin tersebut.

Dalam Kitab Taisiirul Allaam disebutkan beberapa manfaat puasa, di antaranya adalah sebagai berikut :

كما أنه سبب عطف بعضهم على بعض، ورحمة بعضهم بعضاً، حينما يُحِس الغنَي ألم الجوع ولَدْغَ الظَّمأ فيتذكر أن أخاه الفقير يعاني هذه الآلام دَهْرَه كله، فيجود عليه من ماله بشيء يزيل الضغائن والأحقاد، ويحل محلها المحبة والوئام، وبهذا يتم السِّلْمُ بين الطبقات

“…Sebagaimana puasa juga merupakan sebab berlemah lembutnya sebagian mereka terhadap sebagian yang lain, berkasih sayangnya sebagian mereka terhadap sebagian yang lain tatkala orang yang kaya merasakan pedihnya rasa lapar dan sakitnya rasa haus. Sehingga, dia akan mengingat bahwa saudaranya yang miskin menanggung semua rasa pedih ini sepanjang tahun. Hal ini akan menyebabkan dia bersedekah terhadapnya dengan sedikit dari hartanya, yang mana hal ini akan menghilangkan rasa cemburu dan dengki, yang tergantikan dengan rasa cinta dan kasih sayang. Dengan sebab ini akan sempurna kedamaian diantara seluruh lapisan masyarakat.”

(Kitab Taisiirul Allaam karya Asy-Syaikh Abdullah Alu Bassam hal.272).

Terkhusus di masa pandemi akibat wabah Covid-19 yang melanda dunia saat ini termasuk Indonesia, melaksanakan puasa diharapkan  mampu menggugah kesadaran seseorang akan pentingnya saling berbagi dan tenggang rasa dengan masyarakat sekitar. Sebab, betapa banyak orang-orang di sekelilingnya yang mengalami kesusahan ekonomi akibat pandemi yang melanda.

Banyak dari mereka yang harus kehilangan pekerjaan dan kesulitan untuk memberikan nafkah bagi keluarga mereka. Jangankan untuk membelikan pakaian baru dan semisalnya, bahkan untuk makan sehari-hari saja, banyak di antara mereka yang kesulitan dan terpaksa harus menahan lapar sepanjang hari.

Demikianlah ulasan mengenai manfaat puasa di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Semoga ilmu yang tersampaikan pada artikel kali ini bisa bermanfaat bagi kaum muslimin. Amiin.

0
أَحْمَد Seorang muslim yang berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Saya Gemar membaca, menulis dan juga senang untuk berbagi pengetahuan.

Puasa Senin Kamis

أَحْمَد
3 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *